Pembicara yang Baik

talkingBerbicara, adalah aktivitas yang paling sering kita lakukan selain bernafas dan tentu saja Facebook-an :p. Aktivitas berbicara terkadang merupakan sesuatu yang sangat menakutkan bagi beberapa orang. Akan tetapi bagi beberapa orang lainnya, berbicara merupakan hal yang sangat menyenangkan, orang macam ini saking senangnya berbicara bahkan tanpa ada orang lain disekitarnya dia tetap saja berbicara sendiri.

Seperti aktivitas lain, berbicara bukanlah suatu hal yang datang begitu saja. Tentu saja, kita harus belajar untuk mengeluarkan suara terlebih dahulu untuk bisa berbicara. Maksud saya adalah, bicara memerlukan waktu untuk menjadi sesuatu hal yang bisa menarik bagi orang lain. Maka tidak salah jika ada istilah “seni berbicara” karena memang bicara adalah suatu seni.

Pernahkah saudara memiliki teman yang sukar diajak bicara. Saya yakin, saat Anda “terpaksa” bersama teman tersebut, satu menit seperti  satu jam, satu jam serasa satu hari, dan seterusnya. Saya yakin saat-saat itu terasa menyiksa, dan mungkin Anda memilih untuk bersama seekor ular dari pada dengan teman Anda itu. Tapi, pernahkah saudara memiliki teman yang berlawanan dengan yang saya sebutkan diatas. Iya, teman yang bila kita ajak bicara, kita merasa nyaman, nyambung, dan mengalir saat berbicara dengan dia. Tidak menyadari berlalunya waktu saat menghabiskan waktu berbicara dengan dia. Hal ini dimungkinkan selain karena mungkin saudara sudah sama-sama klik dengan teman Anda, mungkin juga teman saudara memiliki  beberapa kemampuan yang mampu membuat aktivitas berbicara adalah suatu yang menyenangkan. Continue reading “Pembicara yang Baik”

Advertisements

Lima Cara Berpikir yang Harus Dihindari dari Seorang Pemimpin IT

bad-leadership-causes-failed-itDalam artikel kali ini di berikan lima hal cara berpikir yang harus dihindari oleh para Pemimpin di bidang IT. Pandangan-pandangan dan cara berpikir di bawah ini kadang kala, secara sadar maupun tidak menghambat bahkan menurunkan kualitas pekerjaan dari seorang pemimpin dari sebuah perusahaan.

Penulis melihat, departemen IT sebuah organisasi bisa sangat sukses, dengan syarat memiliki pimpinan yang tidak berpikiran atau berasumsi yang salah kaprah. Pemikiran yang salah kaprah tersebut disinyalir bisa menyebabkan mundurnya organisasi dan juga karir pemimpin itu sendiri.

Lima pemikiran yang menurut penulis harus hindari adalah sebagai berikut.

1. Bisnis harusnya bisa mengidentifikasi kebutuhan akan teknologinya.

Coba pikir baik-baik : mana yang lebih bernilai di mata Anda, seseorang yang mampu mengencangkan sekerup atau seseorang yang tahu  sekerup mana yang harus di kencangkan? Seseorang yang tahu apa yang harus dilakukan adalah lebih bernilai dari pada orang yang hanya mampu melaksanakan perintah.

Jika pemikiran yang Anda anut adalah bisnis harus mampu mengidentifikasi kebutuhan teknologinya maka Anda salah. Yang benar adalah bisnis harus mampu mengidentifikasi masalah-masalah bisnis, peluang dan prioritas untuk kemudian anda dan team harus mampu menyimpulkan suatu cara untuk mengelola solusi bisnis dari perpektif teknologi. Kami tekankan, Anda dan Departemen IT anda lebih mengetahui teknologi yang lebih tepat untuk organisasi Anda dari pada CFO atau para manajer marketing.

Jika anda dan departemen IT yang anda pimpin hanyalah bertugas untuk implementasi dan mengelola teknologi yang dipilihkan oleh bisnis (organisasi) untuk Anda, maka Anda adalah orang yang mengencangkan sekerup, dan pada gilirannya departemen IT akan dihilangkan dari perusahaan dan lebih buruk lagi, perusahaan akan menggunakan jasa outsource untuk menggantikan IT Departemen. Dan inilah yang telah terjadi pada pemda-pemda di Indonesia.

2. Kita adalah organisasi yang super-sibuk.

Sampai saat ini, penulis belum menemukan organisasi yang mana tidak meng-klaim dirinya super sibuk. Penulis juga sudah kehilangan makna dari kata “super-sibuk” itu sendiri. Dengan berpikir bahwa kita adalah organisasi yang super-sibuk, maka kita, akan secara tidak sadar meyakini bahwa memang begitulah keadaannya, kemudian kapasitas diri kita akan berkurang.

Saat kita berpikir bahwa kita tidak memiliki waktu, maka kita akan secara ceroboh mengorbankan kualitas dari keputusan yang kita ambil demi cepat terselesaikannya suatu masalah, padahal kenyataannya kita memiliki banyak waktu dan tenaga untuk merencanakan dan melaksanakan. Hasilnya perusahaan akan memiliki rata-rata kegagalan proyek yang tinggi dikarenakan terlalu fokus untuk melayani permasalahan yang ada didepan mata dan bukan pada pokok permasalahan yang lebih penting.

Anda tidak akan pernah terlalu sibuk untuk hal-hal yang penting, bila Anda mengatur prioritas dengan baik.

Continue reading “Lima Cara Berpikir yang Harus Dihindari dari Seorang Pemimpin IT”