Rujak Es Krim Pertama di Jogja

first-rujak-eskrim99.jpg

Abis puas menikmati soto banjar di depan gereja kota baru, kok masih terasa lapar, alhasil kita jalan lagi untuk mencari target berikutnya. Rujak es krim dirasa cuocok menjadi pilihan karena dirasa cukup ringan dan rasanya pedas segar di siang yang agak mendung saat itu. Akhirnya tak beberapa lama, kita udah menjejakkan kaki di daerah Pakualaman. Didaerah ini terdapat beberapa pedagang rujak es krim.

Pertama saat memesan rujak es krim, saya nggak liat ada tulisan di gerobaknya. Namun setelah beberapa saat, saya baca “Rujak Es Krim Pertama di Jogja” tertulis di kaca depan gerobak sederhana tersebut (gambar1). Wow, ternyata tanpa sengaja saya mendapatkan sebuah spot kuliner yang monumental halah lebay (doh). Namun sayangnya, saya nggak nanya lebih ke pemiliknya tentang tingkat kebenaran klaim ini.

Dari segi penyajian, kita diberikan rujak eskrim yang hampir sama dengan rujak eskrim pada umumnya. Rujaknya disajikan dengan sambal, namun masih tergolong tidak pedas untuk ukuran saya. Namun jangan kawatir, ternyata disana disediakan sambel rujak dalam tempat tersendiri, sehingga seberapa pedasnya kita bisa sesuaikan. Untuk eskrimnya berwarna pink (gambar 2) dan rasanya lebih lembut dibanding dengan eskrim di tempat lain. Kombinasi rasa dari keduanya, lumayan masuk kategori “enak” buat saya. Untuk harga per mangkuk adalah Rp 2500,- and no parking fee.

resi.jpg

Rujak eskrim ini berlokasi bukan di depan istana pakualaman, namun lebih ke barat dan berada di sisi barat benteng, tepat dipinggir jalan – you won’t missed it.

Kehidupanku yang akan Datang

Dalam kehidupanku yang akan datang, aku ingin hidup terbalik.
Kamu mulai dari kematian dan menyingkirkan masalah mati itu dari hidupmu.

Kemudian kamu bangun di panti jompo, merasa semakin baik dan tambah baik tiap harinya.

Kamu di usir sebab sudah terlalu sehat untuk tinggal, pergi ngambil dana pensiun, terus kamu mulai bekerja, kamu dapat arloji emas dan sebuah pesta pada hari pertama.

Continue reading “Kehidupanku yang akan Datang”