Grhasia bukan Ghrasia ataupun Grezia!

hospitalSaatnya kembali memfungsikan blog seperti tujuan awal teknologi ini, untuk menyampah menuliskan catatan harian.

Pagi ini dimulai dengan rentetan alarm disfungsional dari multiple sumber (Hape nokiyem, hape ZTE, jam meja). Seperti biasa, saya bangun beberapa menit sebelum alarm bunyi. “Dasar Gagal!”, aku bilang ke gadget abrakan lawas ga jelas itu. Mereka pun senyap, diam tak membalas. Aku rasa, kalaupun mereka bisa ngomong balik aku tahu apa yang bakal mereka omongin, “Siapa dulu yang punya” sambil pasang muka annoyed.

Pagi itu, saya berencana ke RS. Grhasia. Bagi kalian para pendatang baru, RS Grhasia adalah sebuah tempat yang tepat sebagai bahan lelucon. Lelucon orang gila, tepatnya. Tempatnya bagus, pelayanannya cukup cepat dan parkirnya luas, tapi percayalah tempat ini adalah tempat terakhir yang kalian pengen untuk mendapatkan perawatan.

Tentu saja, makanan harus masuk nih ke posting, se-ca-ra : Foodaholic. Sarapan di ‘Soto Sorgap’ masuk akal. Soto pisah, mendoan 4 keping + es teh segelas cukuplah. Sorgap nggak punya speciality memang, tapi tempat sarapan favoritku dulu adalah disitu. Berlokasi di Jakal km 12,5 dibawah gapura (sorgap = ngisor gapuro). Setelah merasa cukup, lanjut jalan.

Continue reading “Grhasia bukan Ghrasia ataupun Grezia!”

Advertisements

8 Tips mendapatkan Pekerjaan di ’08

Ditulis oleh : Thomas Hoffman
Judul asli : 8 Tips for Landing a Job in ’08

24 Desember 2007 (Computerworld) — Tuntutan akan tenaga kerja di bidang IT di U.S saat ini sangat tinggi di hampir semua industri dan sektor pemerintahan. Sertifikasi atau pengalaman kerja tidak akan menjamin menjamin kesempatan wawancara, apalagi tawaran kerja. Di bawah ini merupakan beberapa tips langsung dari pekerja IT ahli, perekrut, IT eksekutif dan pekerja IT agar dapat mendapatkan perhatian, mendapatkan kesempatan interview dan mendapatkan posisi yang di idamkan.

1. Siap dalam Menghadapi interview. Keliatannya sepele, akan tetapi para manager sedang mencari orang yang mampu melakukan lebih dari sekedar “interview teknis” (tech interview).

Kemungkinan mereka akan menanyakan tentang pengalaman anda yang lalu atau memberikan gambaran bagaimana anda meng-handle keadaan-keadaan tertentu di pekerjaan anda, ungkap Jill Herrin, CEO dari JDResources Inc., perusahaan perekrut berbasis di Memphis. Pertanyaan semacam ini membantu perusahaan untuk menentukan sejauh mana keahlian komunikasi dan kemampuan teknis anda.

2. Bicara Bisnis. Para pemberi kerja, dalam hal ini perusahaan atau jasa pencari kerja juga ingin tahu apakah anda memahami bagaimana sistem dan aplikasi-aplikasi yang ada mempengaruhi aspek-aspek divisi bisnis atau tidak, Herrin melanjutkan “Interview-interview teknis masih merupakan komponen penting di dalam sebuah proses interview, tapi jarang hal itu merupakan satu-satunya faktor yang menentukan sekarang”.

“Kita menginginkan orang yang berkemampuan teknis memang, tapi Saya ingin tahu juga tahukah mereka basis untuk menghasilkan uang”, kata Frank Hood, CIO di Quiznos di Denver.
Continue reading “8 Tips mendapatkan Pekerjaan di ’08”