MEME, Semacem pembunuh twitter dari Yahoo.

meme3
meme3

Agak bingung memang saat anak-anak plurk nanya tentang apa itu meme, yahoo! meme yang ane maksut. Namanya mirip ama artis memang, but trust me, is not (cut meme – dikepruk). Ada juga yang berfikir ini adalah sesuatu yang jorok (annoyed). Jadi gini, ceritanya tuh om twitter udah ngasih jalan terang, banyak orang pake, banyak orang senang dan banyak orang juga yang benci, terus si yahoo nih nggak seneng tuh twitter bekembang. Kemudian apa, yahoo bikin sebuah microblogging site yang sedikit jauh beda dengan twitter tapi ngasih aroma baru di dunia web 2.0.

Meme, menurut pengamatan saia (jiah) adalah sebuah situs microblogging yang memiliki kesan posting gambar yang kental. Sedang kesan text yang selama ini tampak pada situs microblogging lain (mis: Plurk.com atau twitter.com) nampak kurang terasa. Bukan berarti meme nggak ngasih fasilitas asik disitu, melainkan hukum koneksi personal dari pengguna masih belum ter-terapkan. Fasilitas text posting, menurut saya cukup banyak didukung. Semisal penulisan dengan gaya HTML pada meme telah didukung, padahal untuk twitter dan plurk tidak.

Apa yang menarik?

Continue reading “MEME, Semacem pembunuh twitter dari Yahoo.”

Advertisements

8 Tips mendapatkan Pekerjaan di ’08

Ditulis oleh : Thomas Hoffman
Judul asli : 8 Tips for Landing a Job in ’08

24 Desember 2007 (Computerworld) — Tuntutan akan tenaga kerja di bidang IT di U.S saat ini sangat tinggi di hampir semua industri dan sektor pemerintahan. Sertifikasi atau pengalaman kerja tidak akan menjamin menjamin kesempatan wawancara, apalagi tawaran kerja. Di bawah ini merupakan beberapa tips langsung dari pekerja IT ahli, perekrut, IT eksekutif dan pekerja IT agar dapat mendapatkan perhatian, mendapatkan kesempatan interview dan mendapatkan posisi yang di idamkan.

1. Siap dalam Menghadapi interview. Keliatannya sepele, akan tetapi para manager sedang mencari orang yang mampu melakukan lebih dari sekedar “interview teknis” (tech interview).

Kemungkinan mereka akan menanyakan tentang pengalaman anda yang lalu atau memberikan gambaran bagaimana anda meng-handle keadaan-keadaan tertentu di pekerjaan anda, ungkap Jill Herrin, CEO dari JDResources Inc., perusahaan perekrut berbasis di Memphis. Pertanyaan semacam ini membantu perusahaan untuk menentukan sejauh mana keahlian komunikasi dan kemampuan teknis anda.

2. Bicara Bisnis. Para pemberi kerja, dalam hal ini perusahaan atau jasa pencari kerja juga ingin tahu apakah anda memahami bagaimana sistem dan aplikasi-aplikasi yang ada mempengaruhi aspek-aspek divisi bisnis atau tidak, Herrin melanjutkan “Interview-interview teknis masih merupakan komponen penting di dalam sebuah proses interview, tapi jarang hal itu merupakan satu-satunya faktor yang menentukan sekarang”.

“Kita menginginkan orang yang berkemampuan teknis memang, tapi Saya ingin tahu juga tahukah mereka basis untuk menghasilkan uang”, kata Frank Hood, CIO di Quiznos di Denver.
Continue reading “8 Tips mendapatkan Pekerjaan di ’08”

8 Strategi Perusahaan di 2008 dalam Pencarian Tenaga Kerja

Ditulis oleh : Thomas Hoffman
Judul asli : 8 New Weapons to Fight the Talent Wars in ’08

December 28, 2007 (Computerworld)
— Banyak tantangan baru yang akan kita hadapi di 2008, dan hal itu menuntut senjata baru dan tentu saja berbeda dari era dot-com. “Kita melihat adanya perang bakat sekarang, dan hal itu telah berjalan selama 3 tahun belakangan ini”, kata Dan Reynolds, CEO dari The Brokers Group LLC, lulusan Princeton, -sebuah firma perekrut staff IT berbasis di N.J.

Tuntutan akan adanya bakat IT dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk didalamnya investasi untuk proyek baru, penurunan dari lulusan IT yang berasal dari kampus A.S secara drastis dan pensiunan dari generasi awal pekerja IT, tambahnya. Apapun sebabnya, para ahli mencatat bahwa CIO-CIO cerdas, para perekrut, pencari tenaga kerja dan manager HRD sedang mencari dan mencoba senjata baru untuk menghadapi bakat IT. Dibawah terdapat delapan senjata tersebut, yang dirasa mampu untuk menghadapi atau minimal bertahan di tahun depan.

1. Social Networks. Meski banyak kita jumpai para pencari tenaga kerja, atau manager HRD terus menggunakan situs kerja seperti Monster.com dan Yahoo HotJobs untuk mengiklankan posisi yang tersedia, penggunaan situs jaringan sosial seperti LinkedIn menyediakan para penyedia kerja akan “kumpulan pelamar yang berqualitas lebih baik”, kata William Gomes, Direktur HR di Intermedia Inc., perusahaan provider servis e-mail berbasis di New York.

istockpoto

Dengan menggunakan jaringan sosial untuk identifikasi pekerja yang potensial, Intermedia “mendapatkan ratio yang lebih baik dari pelamar yang qualified” dari pada yang didapat dari surat lamaran yang mungkin di terima dari situs kerja yang kondisinya diluar ketentuan, sambungnya lagi.

2. Wikis, Blogs and Forums. Perusahaan-perusahaan sekarang ini sedang beralih ke jalur komunikasi online dalam usaha mencari pekerja IT potensial dan mengembangkan diskusi dengan prospek perekrutan-perekrutan baru. Alat-alat ini juga menolong untuk “meng-harmonisasi-kan” nilai antara penyedia kerja dengan calon-pekerja, kata JP Rangaswami, seorang Managing Direktur BT Group PLC di kota London. BT Group sendiri memiliki setidaknya 70 orang bloggers, termasuk Rangaswami, yang menyatakan bahwa perusahaan telah menemukan bahwa, dengan blogs, pekerja IT di luar sana mendengar akan bagaimana perusahaan ini dan mengetahui apa yang dilakukan oleh perusahaan ini, lanjutnya lagi.

3. Trying Before Buying. Daripada memposting iklan kerja di koran-koran atau lewat situs layanan kerja, para penyedia kerja secara bertahap sedang beralih ke teknik perekrutan yang lain, seperti perjanjian right-to-hire. Di sini, sebuah perusahaan menyewa sebuah firma profesional untuk melakukan perekrutan. Perusahaan penyedia kerja “mencoba” calon-calon pekerja dalam jangka waktu beberapa bulan dengan opsi perusahaan tersebut bisa menawarkan full-time kontrak ke calon-calon bila qualified. “Saya telah melakukan cara ini beberapa waktu untuk posisi programmer/analysts”, kata Joe Trentacosta, CIO Southern Maryland Electric Cooperative di Hughesville, Md. Umpan jaminan kesehatan dan keuntungan-keuntungan lain sebagai pekerja tetap “memainkan peran kunci” dalam menaikan daya saing, lanjutnya.

4. Global Thinking. “Siapa yang mempercayai pencarian akan bakat IT hanya terbatas di A.S adalah sangat salah”, kata Bob Worrall, CIO Sun Microsystems Inc. Perusahaan cerdas akan berfikir lewat batas batas-batas negara. Sebagai contoh, setengah dari 170 lebih pekerja di Intermedia’s bekerja di kantor cabang St. Petersburg, Rusia, sambung Gomes, dan perusahaan juga menemukan pekerja dari India dan lokasi non-A.S yang lain.

Continue reading “8 Strategi Perusahaan di 2008 dalam Pencarian Tenaga Kerja”

audit IT – Standar (COBIT)

Standar (COBIT)

Control Objectives for Information and related Technology (COBIT, saat ini edisi ke-4) adalah sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT governance yang dapat membantu auditor, manajemen and pengguna ( user ) untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan kontrol dan permasalahan-permasalahan teknis.

COBIT dikembangkan oleh IT Governance Institute, yang merupakan bagian dari Information Systems Audit and Control Association (ISACA). COBIT memberikan arahan ( guidelines ) yang berorientasi pada bisnis, dan karena itu business process owners dan manajer, termasuk juga auditor dan user, diharapkan dapat memanfaatkan guideline ini dengan sebaik-baiknya.

Kerangka kerja COBIT ini terdiri atas beberapa arahan ( guidelines ), yakni:

Control Objectives: Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat-tinggi ( high-level control objectives ) yang tercermin dalam 4 domain, yaitu: planning & organization , acquisition & implementation , delivery & support , dan monitoring .

Audit Guidelines: Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendalian yang bersifat rinci ( detailed control objectives ) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance dan/atau saran perbaikan.

Management Guidelines: Berisi arahan, baik secara umum maupun spesifik, mengenai apa saja yang mesti dilakukan, terutama agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Sejauh mana Anda (TI) harus bergerak, dan apakah biaya TI yang dikeluarkan sesuai dengan manfaat yang dihasilkannya.
  • Apa saja indikator untuk suatu kinerja yang bagus?
  • Apa saja faktor atau kondisi yang harus diciptakan agar dapat mencapai sukses ( critical success factors )?
  • Apa saja risiko-risiko yang timbul, apabila kita tidak mencapai sasaran yang ditentukan?
  • Bagaimana dengan perusahaan lainnya – apa yang mereka lakukan?
  • Bagaimana Anda mengukur keberhasilan dan bagaimana pula membandingkannya.

The COBIT Framework memasukkan juga hal-hal berikut ini:

  • Maturity Models – Untuk memetakan status maturity proses-proses TI (dalam skala 0 – 5) dibandingkan dengan “the best in the class in the Industry” dan juga International best practices
  • Critical Success Factors (CSFs) – Arahan implementasi bagi manajemen agar dapat melakukan kontrol atas proses TI.
  • Key Goal Indicators (KGIs) – Kinerja proses-proses TI sehubungan dengan business requirements
  • Key Performance Indicators (KPIs) – Kinerja proses-proses TI sehubungan dengan process goals

COBIT dikembangkan sebagai suatu generally applicable and accepted standard for good Information Technology (IT) security and control practices . Istilah “ generally applicable and accepted ” digunakan secara eksplisit dalam pengertian yang sama seperti Generally Accepted Accounting Principles (GAAP).

Sedang, COBIT’s “good practices” mencerminkan konsensus antar para ahli di seluruh dunia. COBIT dapat digunakan sebagai IT Governance tools, dan juga membantu perusahaan mengoptimalkan investasi TI mereka. Hal penting lainnya, COBIT dapat juga dijadikan sebagai acuan atau referensi apabila terjadi suatu kesimpang-siuran dalam penerapan teknologi.

Suatu perencanaan Audit Sistem Informasi berbasis teknologi (audit TI) oleh Internal Auditor, dapat dimulai dengan menentukan area-area yang relevan dan berisiko paling tinggi, melalui analisa atas ke-34 proses tersebut. Sementara untuk kebutuhan penugasan tertentu, misalnya audit atas proyek TI, dapat dimulai dengan memilih proses yang relevan dari proses-proses tersebut.

Lebih lanjut, auditor dapat menggunakan Audit Guidelines sebagai tambahan materi untuk merancang prosedur audit. Singkatnya, COBIT khususnya guidelines dapat dimodifikasi dengan mudah, sesuai dengan industri, kondisi TI di Perusahaan atau organisasi Anda, atau objek khusus di lingkungan TI.

Selain dapat digunakan oleh Auditor, COBIT dapat juga digunakan oleh manajemen sebagai jembatan antara risiko-risiko TI dengan pengendalian yang dibutuhkan (IT risk management) dan juga referensi utama yang sangat membantu dalam penerapan IT Governance di perusahaan. IS

taken from : http://www.ebizzasia.com